TUGAS
DASAR DASAR ILMU TANAH
HUBUNGAN MEDIA DENGAN PENYERAPAN HARA
Oleh
AGUS MANTO
10011027
PRODI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
2012
PENDAHULUAN
Pemahaman fungsi tanah sebagai media tumbuh dimulai sejak
peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengumpul pangan yang tidak
menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindah tanaman
pangan/perkotaan ,terjadi benturan kepentingan antara kebutuhan lahan untuk
sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan kebutuhan lahan pertanian
yang produktif semata-mata karena alas an financial.
Pada mulanya ,tanah dipandang sebagai lapisan permukaan bumi
(natural bodi)yang berasal dari batuan (natural material)yang telah mengalami
serangkaiyan pelapukan pelapukan oleh gaya-gaya alam (natural force),sehingga
membentuk regolit (lapisan partikel halus).Konsep ini dikembangkan oleh para
Geologis pada akhir abad XIX (abat 19).Pandangan revolusioner mengenai tanah di
kembangkan oleh Dokuchaev dirusia pada sekitar tahun 1870,berdasarkan hasil
pengamatannya terhadap:
1.
Perbedaan-perbedaan berbagai jenis
tahah dan dijumpainya suatu jenis tanah yang sama jika kondisinya relatif sama;
2.
Masing-masing jenis tanah mempunyai
morpologi yang khas sebagai konsekuensi keterpaduan pengaruh speksifik dari
iklim,jasad hidup(tanaman dan ternak),bahan hinduk,topgorafi dan umur tanah.
3.
Tanah merupakan hasil evolusi alam
yang bersifat dinamis sepanjang masa.
Dinamika dan evaluasi alam ini terhimpun dalan definisi
bahwa tanah adalah “bahan mineral yang tidak pada (unconsoli-dated)terletak di
permukan bumi,yang telah dan akan tetap megalami perlakuan dan dipengaruhi oleh
faktor-faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan hiduk,iklim (termasuk
kelembapan dan suhu),organisme (makro dan mikro)dan topografi pada suatu
periode waktu tertentu”.Suatu perinci-beda utama adalah tanah ini secara
fisik,kimiawi dan biologis,serta cirri-ciri lainnya tergantung pada
faktor-faktor pembentuk tanah tersebut,
Pemahaman tanah sebagai media tumbuh tanaman pertamakali di
kemukakan oleh Dr.H.L.jones dari Cornell University inggris
(Darmawijaya,1990),yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi
untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin.
Fungsi-fungsi tanah yang sedemikian vitalnya dalam
penyediaan bahan pangan,papan dan sedangbagi manusia (juga bagi hewan)ini
membawa konsekuensi bahwa seorang ahli tanah tidak saja dituntut untuk
berpengetahuan tentang:
1. Tanah sebagai tempat tumbuh dan
penyedia kebutuhan tanaman,tetapi juga harus memahami
2. Pungsi tanah sebagai pelindung
tanaman dari serangan hama-penyakit dan dampak negatif pestisida maupun limbah
industry berbahaya.
A.Unsur Hara Tanah
1. Esiensialitas Unsur Hara
Suatu
unsure kimiawi dianggap Esensial sebagai unsure hara tanaman jika memenuhi tiga
kriteria Arnon berikut ,yaitu
1.
Harus ada akar tanaman dapat
melengkapi siklushidupnya,sehingga
2.
Jika tanaman mengalami defisiensi
hanya dapat diprtbaiki dengan unsure tersebut
3.
Unsur ini harus terlihat langsung
dalam penyediaan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Pengaruh ini terlepas dari fungsi unsur dalam perbaikan
tanah,misalnya fungsi CaCO₃ dalam meningkatkan pH tanah.Batasan ini agak kaku.Untuk
mengatasi hal ini,D.J.Nicholas dari Long Ashton Research Station memperkenalkan
istilah”Unsur-unsur harafungsional atau Unsur hara Metabolisme”yang mengandung
pengertian fungsi unsure hara di dalam metabolisme tanaman tampa
memperhatikan kespesifikan peranannya.
2.Kebutuhan Hara Tanaman
Suatu unsure hara di sebut makro esensial jika dibutuhkan
dalam jumlah yang besar,bisanya diatas 500 ppm dan disebut mikro esensial jika
dibutuhkan dengan jumlah sedikit ,bisanya kurang dari 50 ppm.Pakar-pakar lain
membagi keduanya dengan limit minimal 0,1% disebut makro dan apabila <0,1
disebut mikro.Di samping itu juga dikenal unsure hara penunjang,yaitu unsure
hara yang perannya belumdiketahui secara Fisik dan hanya penting untuk tanaman
tertentu saja,sebagai berikut:
1.
Unsur hara makro melimpah meliputi
karbon (C),hydrogen (H) dan oksigen (O) yang masing-masing yang menyusun rerata
45%,45% dan 6% (jadi unsure lain hanya 4%,inilah yang dikelola dengan baik)
Tanaman tetapi ketiganya tersedia melimpah pada air (H₂O)
dan /atau udara (CO₂ dan O₂) sehingga tidak begitu dibisarakan.
2.
Unsur
makro esensial terbatas meliputi nitrogen (N),fosfor (P),kalium (K),belerang
(sulfur, S)kalium (Ca)dan magnesium (Mg),yang masing masing menyusun >0,1%
bagian tanaman.
3.
Unsur
hara mikro esensial meliputi boron (Bo),besi (forum,Fe),mangan (Mn),tembaga
(kuprum,Cu),seng (zinsum,Zn),molybdenum (Mo),dan Khlorin (CI).
4.
Unsur
hara penunjang meliputi kabolt (Co)yang hanya penting bagi tanaman/mikrobia
pengikat N-bebes ,silisium(Si) khusus untuk tanaman berdaun bendera
seperti padi dan Na untuk tanaman yang tumbuh pada tanah alkalin,juga
F(flour), I (iodine),Al(aluminium) dan V (vanadium),Ni (nikel), Se
(selenium).Kedua macam unsure ini,umumnya menyusun <0,01%tanaman.
Tidak
semua unsure yang di serap oleh tanaman merupakan hara,banyak yang di serap
tanaman hanya karena tersedia dalam tanah.Dari analisis jaringan tanaman
dijumpai lebih dari 50 unsur yang diserap,berarti sekitar 70%unsur-unsur ini
bukan hara tanaman pangan,berbuahan, sesayuran dan industri.
Unsur Yang Paling Banyak Dibutuhkan
Oleh Tanaman:
a.
Unsur N paling banyak dibutuhkan
oleh tanaman sebagai komponen produksi,kecuali untuk tanaman yang produksinya
berupa buah berair atau umbi/akar
b.
Pada kelompok kedua ini yang
palingbanyak di butuhkan adalah unsur K,yang juga merupakan komponen terbesar
dari jerami tanaman
c.
Unsur P ini lebih banyak menyusun
bagian produksi di banding bagian jerami tanaman
d.
Unsur P ini berlawanan dengan unsure
Ca,Mg dan S yang lebih banyak menyusun bagian jerami disbanding bagian
produksi.
3.Bentuk Tersedia Dan Peranan Umum
Hara Pada Tanaman
Bentuk
ketersediaan dan peranan umum dari 14 unsur hara dalam bentik ion yaitu:
a) 5
kation, meliputi:NH₄⁺, K⁺,Ca²⁺Mg²⁺,Fe²⁺,Mn²⁺,Cu²⁺Zn²⁺dan Co²⁺(9 macam),
b) 2
aniom,meliputi NO₃,H₂PO₂,HPO₂²,SO₄²BO₃MoO₄²dan CI (7 macam)
c) 3
bentuk gas: SO₂ (sulfur dioksida),
d) 6
bentuk senyawa HBO₃ (asam borat)
Dari penggolongan ini
terlihat bahwa di antara 14 unsur hara ini terdapat 3 unsur unik, yaitu N yang
diserap dalam bentuk kation dan anion,S diserap dalam bentuk anion dan
gas,serta B yang diserap dalam bentuk anion dalam bentuk gas, serta B yang
diserap dalam bentuk anion dan senyawa.
Kemudian atas dasar fungsi utamanya
bagi tanaman,unsur_unsur hara ini dapat di kelompokkan menjadi :
1) Hara
komponen: C,H,O,N,dan S yang peran utamanya sebagai komponen utama dari
bahan-bahan organic
2) Hara
energi: P,Mg dan B yang berperan dalam reaksi transfer energy dan translokasi
karbohidrat
3) Hara
keseimbangan ionik: K, Mg, Ca dan Cl yang berpungsi tak spesipik, atau sebagian
komponen spesifik dari senyawa –senyawa organik, atau untuk
mempertahankan keseimbangan ionic,
4) Hara
enzimatik :Cu, Fe, Mn, Mo dan Zn yang berperan dalam transport elektron dan
sebagai katalis reaksi-reaksi atau aktivitas enzimatik (juga K,Ca,Mg).
5) Hara
genetis :N,P,Mg dan B yang berperan secara genetis
6) Hara
fiksasi: Fe, Mo, dan Co yang berperan dalam proses fikasasi N₂ bebas pada
tanaman legume,
7) Hara
khlorofil: N, Mg, Fe, Cu, dan Zn yang berperan sebagai penyusun atau dalam
sistesis khlorofis,
8) Hara
produksi oksigen :Mn dan CI yang berperan dalam system produksi O₂.
9) Hara
mekanikal:K,Ca dan Mn yang berperan secara structural atau fisik tanaman.
4.Mobalitas
dan Defisiensi Hara
Translokasi hara
merupakan proses yang terjadi secara kontinyu, dari akar ke bagian atas tanaman
/bagian yang sedang tumbuh kemudian kebagian produksi.Proses ini terganggu bila
jika suplai hara terganggu sehingga tanaman mengalami defisiensi, yang ditandai
oleh gejala-gejala yang tidak normal.
5.Penyebaran
hara
Pada saat tanaman
berkecambah dan mulaaia membentuk perakaran ,semua hara yang dibutuhkan untuk
aktivitas ini di siplai oleh biji,kemudian begitu akar mulai berpenetrasi ke
dalam tanah, maka sebagian hara tersedia diserap dari tanah se keliling akar
(rhizosfer),yang berpentasenya mangkin meningkat seralar dengan biasanya
cadangan hara biji ,yang berlti keteraliran massa ,diffuse dan intersepsi
akar/pertukaran ion juga mangkin meningkat dan mutlak begitu habisnya cadangan
hara tersebut.
a.Mekanisme
Penyebaran Hara
Penyebaran hara pada
prinsipnya dapat terjadi melaui semua pemukaan /epidermis tanaman yang porius(
daun batang dan akar ).Penyebaran pas O₂ dan CO₂ terutama terjadi lewat stomata
(pori-pori) daun .Pada saat hujan ke permukaan tanaman sekarang ini (pupuk
daun).
Penyebaran hara dari tanah oleh tanaman
pada dasarnya terjadi lewat 2 prinsip,yaitu:
1) Membutuh
kan energi metabolik ,sehingga jika respirasi terbatas ,jumlah hara yang
diserap juga terbatas selaras dengan kadarnya dalam laruran tanah
2) Proses
yang bersipat selektif ,karena tanaman mempunyai kemampuan untuk menyotir
unsure-unsur yang diserap
Dalam proses
penyebaran ini ,proses diffusi dalam larutan hara sampai kepermukaan membran
sel-sel akar terjadi secara bolak balik dan fasis(tanpa keterlibatan
tanaman),trans lokasi melitasi membrane sel ini terjadi secara aktif
(melibatkan energi res pirasi )lewat mekanisme carrier yang bersifat elektif .
Selektipitas hara
oleh tanaman ini terkait dengan di perlukan nya keadaan sprsifik (specifics carrier) yang dilepaskan
tanaman (berupa enzim) untuk membawa masing-masing kastion atau anion atau kelompoknya
dari permukaan ke dalam sel-sel akar melalui membran sel.
Mekanisme translokasi
hara ini pada dasarnya sama untuk setiap kation atau untuk setiap anion ,
perbedaannya di samping memerlukan : (1) kendaraan sfesifik tersebut juga
terletak pada (2) muatan elektrik kendaraan yang berlawan dengan muantan
elektrik ion-ion yang diangkut.
C.Faktor
–faktor yang Berpengaruh
Pada penyarapan aktif
dibutuhkan sejumlah energi respirasi (berupa ADP,NAD,dan NADP)untuk
pelaksanaanya ,maka faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyerapan hara
,faktor-faktor. Fakto-faktor Ini meliputi ketersedian substrat untuk
respirasi ,temperatur dan oksigen.
Pengaruh pemadatan
terhadap penyerapatan hara yang di kaitkan dengan terhambatnya respirasi
bersifat sfesifik ,Lawton menyimpulkan bahwa laju penurunan serapan K lebih
besar disbanding laju penurunan serapan P dan N .Pada jugung ,pengaruh minimal
hanya terhadap serapan .
Disamping laju
respirasi ,penyerapan hara di tentukan oleh jumlah dan ketersedian hara dalam
tanah, serta ini tersitas dan ekstensitas sistemperakaran tanaman yang terkait
dengan taraf dan laju pertumbuhan tanaman. Demikian juga dengan intebsitas dan
ekstensitas interaksi akar ,mikroorganisme tanah adanya simbiosis fungsi ekto
dan/endo –mikkoriza –akar lewat pembentukan himpa eksternal yang berpungsi
sebagai bulu-bulu akar dan enzim ekstra seluler fosfatase, sengat membantu tanaman dalam penyerapan unsure-unsur
hara terutama P.Demikian juga ,jika ada fiksasi N-simbiotik (seperti rhizobium
–legum )atau fiksasi N-nonsimbiotik (seperti Azospirillum brasiliense) terdapat
penyerapan N.
DAFTAR PUTAKA
DAFTAR PUTAKA
Arsyah,S.1989.Konservasi Tanah dan air.penerbit
IPB,Bogor
Hakim, N et al.1986.Dasar dasar
ilmutanah Pernerbit universitas lampung
Dr.ir. Kemas Ali Hanafiah,M.S. et al
2008 Dasar-Dasar ilmu tanah penerbit PT Raja Grafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar